Wednesday, March 4, 2015

Makalah Lingkungan hidup tentang Upaya melestarikan lingkungan hidup

 MAKALAH LINGKUNGAN HIDUP
Upaya Melestarikan lingkungan Hidup






Oleh:
Dhimas Prasetyo
Kevin Parulian Pasaribu
Nadya Puspita Sari








2015


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Swt yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin saya tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Upaya melestarikan Ligkungan Hidup”, yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini saya susun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri saya sendiri maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah Swt akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.Makalah ini menjelaskan tentang “Lingkungan Hidup”.
          Terwujudnya Laporan ini sejak tahap persiapan , awal penulisan , penelitian dilapangkan hinggadiangkatnya sebuah kesimpulan , tidak lepas dari banyak yang membantu secara langsung maupun tidak langsung, sehingga semakin menumbuhkan kesadaran bagi penulis bahwa bantuan, dukungan, bimbingan, dan arahan pihak-pihak penulis dapat menyelesaikannya sekarang.
Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Guru yang telah membimbing kami agar dapat menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.





Daftar Isi
KATA PENGANTAR

BAB  1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang…………………………………          4
1.2 Rumusan Masalah…………………………….. 5
1.3 Tujuan………………………………………….         5
          1.4 Manfaat……………………………………….. 5

BAB 2 PEMBAHASAN
          2.1 Pengertian Lingkungan Hidup…………………         6
          2.2 Langkah-langkah melestarikan lingkungan
                 Hidup ………………………………………….         7
          2.3 Pengertian Reboisasi……………………………        9
          2.4 Hubungan melestarikan Lingkungan Hidup
       melalui Reboisasi………………………………         10
         
BAB 3 PENUTUP
          3.1 Kesimpulan…………………………………….         11
          3.2 Saran …………………………………………..          11

DAFTAR PUSTAKA……………………………………          12
BAB  I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Kerusakan lingkungan hidup akibat populasi manusia dan perkembangan zaman pada saat ini. Populasi manusia mempengaruhi keadaan alam, semakin banyak manusia tinggal di suatu daerah maka kebutuhan hidup juga bertambah. Hutan yang merupakan habitat bagi berbagai macam spesies flora dan fauna adalah produsen oksigen terbesar di planet bumi. Tumbuh-tumbuhan hijau menerima sinar matahari, air (H2O) dan karbon dioksida (CO2) dari lingkungan sekitarnya yang kemudian akan diubah menjadi oksigen (O2) dan karbohidrat (C6H12O6). Senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan hijau melalui proses fotosintesis tersebut dibutuhkan oleh manusia dan hewan untuk melangsungkan kehidupannya. Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi mensintesis sekitar 150.000 juta ton karbon dioksida (CO2) dan 25.000 juta ton hidrogen (H) dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen (O2) ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik.
Selain di hutan, tumbuhan hijau juga berperan penting di lingkungan sekitar kita. Tanpa tumbuhan hijau, lingkungan di sekitar kita akan terasa panas dan tidak nyaman. Apalagi jika tumbuhan di hutan menghilang dalam skala yang cukup besar setiap tahun akibat penebangan liar dan sebagainya, tentu akan berdampak negatif terhadap keadaan atmosfer bumi. Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC/Air Conditioner) yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya. Tidak hanya itu, tumbuhan hijau juga dapat menjernihkan udara di sekitar kita karena setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan karbon dioksida yang dikeluarkan 20 kendaraan, dan setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel.
Dikarenakan peran tumbuhan hijau yang sangat penting di hutan maupun di lingkungan sekitar kita, penulis mencoba untuk memberikan beberapa gagasan dalam upaya pelestarian hutan dan lingkungan hidup melalui reboisasi dan penghijauan. Upaya reboisasi dan penghijauan ini dapat menjadi wadah untuk menyejahterakan masyarakat. Selain itu, kesejahteraan masyarakat juga dapat dicapai melalui peran optimal Pemerintahan Daerah dengan dunia usaha, serta partisipasi masyarakat, didukung oleh perundang-undangan di bidang ekonomi maupun politik, serta regulasi teknisnya. Pembangunan kesejahteraan rakyat bukan hanya merupakan salah satu paradigma otonomi daerah akan tetapi juga komitmen bersama pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang mensyaratkan terlembaganya hubungan fungsional dan adanya pembagian peran.


1.2    Rumusan Masalah
            1.      Seberapa pentingkah peran tumbuhan hijau dalam kehidupan manusia?
2.      Langkah apa yang dapat dilakukan dalam upaya reboisasi dan penghijauan?
3.      Apa manfaat yang dihasilkan dari upaya reboisasi dan penghijauan?
4.      Mengapa upaya reboisasi dan penghijauan berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat?


1.3    Tujuan penulisan
Supaya pembaca lebih memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Karena pada saat ini kita harus tegas dalam menentukan tindakan untuk menanggulangi kerusakan lebih lanjut seperti kerusakan  hutan, kebakaran hutan, asap pabrik yang membuat lapisan ozon berlubang dan banyak kerusakan lain yang disebabkan oleh manusia kita dapat berusaha untuk menjaga lingkungan dengan cara reboisasi, tujuannya adalah peran tumbuhan hijau sangat penting dalam berbagai segi kehidupan manusia, langkah yang dapat dilakukan dalam reboisasi, manfaat yang dihasilkan dari reboisasi dan penghijauan, dan kesejahteraan masyarakat dapat dicapai melalui reboisasi dan penghijauan

1.4   Manfaat
           




BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Pengertian Lingkungan Hidup
Undang-Undang Lingkungan Hidup No. 4 tahun 1982 yang disempurnakan dengan Undang-Undang Lingkungan Hidup No. 23 tahun 1997 pasal 1 menyebut pengertian lingkungan hidup sebagai berikut.
“Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.”
Lingkungan hidup sebagaimana yang dimaksud dalam undang-undang tersebut merupakan suatu sistem yang meliputi lingkungan alam hayati, lingkungan alam nonhayati, lingkungan buatan, dan lingkungan sosial. Semua komponen-komponen lingkungan hidup seperti benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup berhimpun dalam satu wadah yang menjadi tempat berkumpulnya komponen itu disebut ruang.
Pada ruang ini berlangsung ekosistem, yaitu suatu susunan organisme hidup dimana diantara lingkungan abiotik dan organisme tersebut terjalin interaksi yang harmonis dan stabil, saling memberi dan menerima kehidupan.
Cara mengambil hasil hutan agar tetap terjaga kelesteriannya misalnya dengan sistem tebang pilih yaitu pohon yang ditebang hanya pohon yang besar dan tua, agar pohon-pohon kecil yang sebelumnya terlindungi oleh pohon besar, akan cepat menjadi besar menggantikan pohon yang ditebang tersebut.
Interaksi yang bersifat negatif terjadi apabila proses interaksi lingkungan yang harmonis terganggu sehingga interaksi berjalan saling merugikan.
Adanya gangguan terhadap satu komponen di dalam lingkungan hidup, akan membawa pengaruh yang negatif bagi komponen-komponen lainnya karena keseimbangan terhadap komponen-komponen tersebut tidak harmonis lagi.



2.2.     Langkah Langkah melestarikan Lingkungan Hidup
            Beberapa usaha yang dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup antara lain yaitu sebagai berikut.
1.      Bidang Kehutanan
Kerusakan hutan yang semakin parah dan meluas, perlu diantisipasi dengan berbagai upaya. Beberapa usaha yang perlu dilakukan antara lain :
a.   Penebangan pohon dan penanaman kembali agar dilakukan dengan seimbang sehingga hutan tetap lestari.
b. Memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan liar, dan memberikan hukuman yang berat kepada mereka yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
c.   Penebangan pohon harus dilakukan secara bijaksana. Pohon yang ditebang hendaknya yang besar dan tua agar pohon-pohon yang kecil dapat tumbuh subur kembali.
d. Melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) pada kawasan-kawasan yang hutannya telah gundul, dan merehabilitasi kembali hutan-hutan yang telah rusak.
e.   Memperluas hutan lindung, taman nasional, dan sejenisnya sehingga fungsi hutan sebagai pengatur air, pencegah erosi, pengawetan tanah, tempat perlindungan flora dan fauna dapat tetap terpelihara dan lestari.
2.      Bidang Pertanian
a.   Mengubah sistem pertanian berladang (berpindah-pindah) menjadi pertanian menetap seperti sawah, perkebunan, tegalan, dan sebagainya.
b.  Pertanian yang dilakukan pada lahan tidak rata (curam), supaya dibuat teras-teras (sengkedan) sehingga bahaya erosi dapat diperkecil.
c.   Mengurangi penggunaan pestisida yang banyak digunakan untuk pemberantasan hama tanaman dengan cara memperbanyak predator (binatang pemakan) hama tanaman karena pemakaian pestisida dapat mencemarkan air dan tanah.
d.  Menemukan jenis-jenis tanaman yang tahan hama sehingga dengan demikian penggunaan pestisida dapat dihindarkan.
3.      Bidang Industri
a.   Limbah-limbah industri yang akan dibuang ke dalam tanah maupun perairan harus dinetralkan terlebih dahulu sehingga limbah yang dibuang tersebut telah bebas dari bahan-bahan pencemar. Oleh karena itu, setiap industri diwajibkan membuat pengolahan limbah industri.
b.  Untuk mengurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh asap industri yang berasal dari pembakaran yang menghasilkan CO (Karbon monooksida) dan CO2 (karbon dioksida), diwajibkan melakukan penghijauan di lingkungan sekitarnya. Penghijauan yaitu menanami lahan atau halaman-halaman dengan tumbuhan hijau.
c.   Mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti energi listrik yang dihasilkan PLTA, energi panas bumi, sinar matahari, dan sebagainya.
d.  Melakukan daur ulang (recycling) terhadap barang-barang bekas yang tidak terpakai seperti kertas, plastik, aluminium, best, dan sebagainya. Dengan demikian selain memanfaatkan limbah barang bekas, keperluan bahan baku yang biasanya diambil dari alam dapat dikurangi.
e.   Menciptakan teknologi yang hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan.
f.   Menetapkan kawasan-kawasan industri yang jauh dari permukiman penduduk.
4.      Bidang Perairan
a.   Melarang pembuangan limbah rumah tangga, sampah-sampah, dan benda-benda lainnya ke sungai maupun laut karena sungai dan laut bukan tempat pembuangan sampah.
b.  Perlu dibuat aturan-aturan yang ketat untuk penggalian pasir di laut sehingga tidak merusak lingkungan perairan laut sekitarnya.
c.   Pengambilan karang di laut yang menjadi tempat berkembang biak ikan-ikan harus dilarang.
d.  Perlu dibuat aturan-aturan penangkapan ikan di sungai/laut seperti larangan penggunaan bom ikan, pemakaian pukat harimau di laut yang dapat menjaring ikan sampai sekecil-kecilnya, dan sebagainya.


5.      Flora dan Fauna
Untuk menjaga kepunahan flora dan fauna langka, beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain :
a.   Menghukum yang seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang bagi mereka yang mengambil flora dan memburu fauna yang dilindungi.
b. Menetapkan kawasan perlindungan bagi flora dan fauna langka seperti Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Marga Satwa, dan lain-lain.
6.      Perundang-undangan
Melaksanakan dengan konsekuen UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan memberikan sanksi hukuman yang berat bagi pelanggar-pelanggar lingkungan hidup sesuai dengan tuntutan undang-undang.

2.3    Pengertian Reboisasi
        “Reboisasi merupakan kegiatan penghutanan kembali kawasan hutan bekas tebangan maupun lahan-lahan kosong yang terdapat di dalam kawasan hutan” (Manan, 1978). “Reboisasi meliputi kegiatan permudaan pohon, penanaman jenis pohon lainnya di area hutan negara dan area lain sesuai rencana tata guna lahan yang diperuntukkan sebagai hutan. Dengan demikian, membangun hutan baru pada area bekas tebang habis, bekas tebang pilih, atau pada lahan kosong lain yang terdapat di dalam kawasan hutan termasuk reboisasi” (Kadri dkk, 1992).
Selain di hutan, tumbuhan hijau juga mempunyai peran yang sangat penting di luar kawasan hutan. Tumbuhan hijau sebagai produsen utama oksigen dibutuhkan di lingkungan sekitar kita. Tumbuhan hijau selain berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan dalamestetika dan kesehatan jiwa.
Jadi, reboisasi adalah membangun hutan baru atau penanaman kembali kawasan hutan bekas tebangan maupun lahan-lahan kosong yang terdapat di dalam kawasan hutan.

2.4    Hubungan melestarikan Lingkungan Hidup melalui Reboisasi
            Masyarakat dapat menikmati berbagai manfaat dari reboisasi dan penghijauan seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Kesejahteraan masyarakat berkaitan dengan kondisi yang nyaman, baik, sejahtera dan terpenuhinya segala kebutuhan. Hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat tersebut dapat didapatkan melalui pelaksanaan reboisasi dan penghijauan.
Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang beriklim tropis mempunyai sebuah aset yang tak ternilai harganya, yakni tanah yang subur. Menanami tanah subur dengan berbagai vegetasi bernilai ekonomis disertai dengan pengolahan yang tepat oleh sumber daya manusia yang baik dapat meningkatkan produksi dalam negeri yang tentunya dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.
Reboisasi dan penghijauan adalah dua langkah yang tepat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan masyarakat tidak dapat dicapai apabila masyarakat tidak mengoptimalkan potensi di lingkungan sekitarnya. Tumbuhan hijau di sekitar kita merupakan salah satu potensi yang dapat mendatangkan banyak manfaat apabila kita mengolahnya secara tepat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga sangat diperlukan dalam mengolah lingkungan hidup demi tercapainya kesejahteraan masyarakat.






BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kerusakan lingkungan hidup banyak diakibatkan oleh manusia. Diantaranya kebakaran hutan, penebangan liar yang mengakibatkan hutan gundul. Majunya teknologi seperti mobil, pabrik, dan sepeda motor membuat udara tercemar dan lapisan ozon berlubang karena asap kendaraan. Lapisan ozon yang berlubang membuat sinar matahari langsung ke bumi yang menyebabkan suhu di bumi naik. Karena suhu di bumi naik es di kutub utara mulai mencair. Hal tersebut membuat permukaan air laut meningkat. Tumbuhan mempunyai peran yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Lingkungan sekitar yang gersang tanpa ditumbuhi vegetasi akan menyebabkan kondisi udara menjadi tidak nyaman. Selain itu, hilangnya vegetasi di hutan juga dapat menyebabkan berbagai dampak buruk bagi manusia. Oleh karena itu, upaya reboisasi dan penghijauan dibutuhkan untuk melestarikan lingkungan hidup sehingga dapat terwujud masyarakat yang sejahtera.

B.     Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, kit disarankan agar setiap orang sadar akan pentingnya tumbuhan hijau sebagai produsen oksigen terbesar di planet bumi. Keuntungan yang didapatkan dari upaya pelestarian tumbuhan hijau melalui reboisasi dan penghijauan sangatlah banyak, maka diharapkan setiap orang dapat memulai upaya pelestarian tumbuhan hijau di lingkungan sekitarnya.




DAFTAR PUSTAKA

Gifford, Clive. 2007. Ensiklopedia Geografi untuk Pelajar dan Umum. Jakarta : Lentera Abadi.
Poerwadarminta, W.J.S.. 1996. Pengertian Kesejahteraan Manusia. Bandung : Mizan.
Hestiyanto, Yusman. 2005. Geografi SMA Kelas X. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Noor, Isran. Politik Otonomi Daerah untuk Penguatan NKRI. Seven Strategic Studies.
Fitriana, Rina. 2008. Mengenal Hutan. Bandung : Putra Setia.
Nugraha, Adrian R.. 2009. Stop Pemanasan Global. Bekasi : Cahaya Pustaka Raga.
www.irfanwineers.wordpress.com
www.g-excess.com
www.djemari.org
www.anneahira.com
www.wikipedia.com
www.wajahlukrejo.blogspot.com
www.jabonaceh.com
www.gumaraangga.blogspot.com
www.artikellingkunganhidup.com
www.marskrip.blogspot.com
www.sciencedanar.blogspot.com

www.terpopuler.net

Monday, September 29, 2014

Kehidupan pada masa pra-aksara di Indonesia
A.      Pengertian
Zaman praaksara adalah dimana Manusia belum mengenal tulisan (nirleka). Sumber Informasi yang digunakan bukan berupa data tertulis, tetapi berupa benda-benda peninggalan prasejarah,antara lain :
1). Fosil adalah sisa kehidupan (berupa tulang/tumbuhan) yang telah membantu.
2). Artefak adalah alat atau benda yang digunakan manusia purba dan telah membantu.
3). Kjokenmoddinger (sampah dapur) yang berupa tumpukan kulit kerang dan telah membantu
4). Abris Sous Roche adalah tempat berlindung (goa) dibalik karang
B. Pembagian Zaman
1. Menurut Geologi
a. Arkaikum
b. Paleozoikum (Primer)
c. Mesozoikum (Sekunder)
d. Neozoikum
1). Tersier
2). Kuarter
a). Dilluvium
b). Alluvium
2. Menurut Alat yang digunakan
1. Zaman batu (lithikum)
a. Zaman batu tua (palaeolithikum)
b. zaman batu tengah (mesolithikum)
c. zaman batu baru (neolithikum)
2. Zaman Logam
a. Zaman Tembaga
b. zaman besi
c. zaman Perunggu
3. Menurut Corak Kehidupan (akan diuraikan dalam sub C. Kehidupan Manusia Praaksara)
C.  Kehidupan Manusia Praaksara
Secara garis besar tahap kehidupan, cirri dan alat yang digunakan oleh manusia praaksara adalah
Tahap (Masa)
Ciri Kehidupan
Alat yang digunakan
1. Berburu dan meramu (Foot Gathering)
·       Berpindah-pindah (nomaden)
·       Tergantung pada Alam
Ø Bahannya batu kasar a.l. kapak genggam,mata panah kapak perimbas
2. Bermukim dan berladang (foot Producing)
·       Menetap sementara (Relatif)
·       Mulai menguasai alam
Ø Bahannya batu halus a.l. kapak lonjong, beliung persegi
3. Bercocok tanam di sawah (Food Producing)
·       Sudah Menetap (di Goa-Goa)
·       Mulai Mengenal Perdagangan
Ø Sama dengan tahap 2 a.l. mata panah
4. Pertukaran (Perundagaian)
Kehidupan Sosial Yang lebih komplek (spesialisasi)
Ø Bahan logam (perunggu) a.l. kapak corong , Neraka
D. Jenis –jenis manusia Praaksara di Indonesia
Secara umum ada tiga jenis manusia praaksara (manusia purba) yang pernah ditemukan di Indonesia, yaitu:











Jenis
Penemu
Lokasi
1.    Meganthropus palaeojavanicus
Ralph von Koeningswald
Sangiran, Sragen
2.    Pithecanthropus :
a.     Pithecanthropus Erectus
b.     Pithecanthropus Robustus
c.      Pithecanthropus (Homo) Soloensis
Eugene Dubois Von Koeningswald Ter Harr, Oppenorth, dan Von koeningswald
Trinil, Ngawi, Mojokerto Ngandong, Blora
3.    H o m o
a.     Homo Wajakensis
b.     Homo Sapien

B.D van Rietschoten
Wajak Tulungagung (sudah tersebar)

E. Kebudayaan Megalithikum
Merupakan Hasil kebudayaan yang terbuat dari batu besar ( mega = Besar, litik = batu), Hasilnya adalah :
1.    Menhir                           :        Tugu batu untuk pemujaan terhadap (roh) nenek moyang
2.    Dolman                          :        Meja batu untuk menempatkan sesaji
3.    Sarkofagus                     :        keranda batu berbentuk lesung (ukuran besar) dan tetutup
4.    Waruga                          :        keranda batu berbentuk lesung persegi (uk, kecil),tetutup
5.    Peti kubur                      :        peti kubur batu (terdiri dari lempengan-lempengan batu)
6.    Punden berundak         :        peti berundak-rundak, berfungsi sebagai tempat sesaji

7.    Patung batu                  :        patung yang terbuat dari batu besar (utuh)

Thursday, September 11, 2014

Cara Membaca Pikiran Orang Lain

Banyak anggapan bahwa membaca pikiran adalah pekerjaan seorang psikolog, paranormal atau bahkan dukun. Namun, percaya atau tidak, dalam kehidupan sehari-hari, anda semua adalah seorang pembaca pikiran. Sebab, tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tak akan mampu menghadapi situasi sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang lalu membuat kita dapat menentukan keputusan berikutnya.


Jika kita melakukan pembacaan ini dengan buruk, dampaknya bisa serius: konflik bisa saja terjadi akibat kesalahpahaman. Contoh yang nyata kesulitan mengenali pikiran dan perasaan orang lain—mindblindness, dapat dilihat pada penyandang autisme, dimana ketidakmampuan tersebut menjadi suatu kondisi yang mengganggu.

Kemampuan membaca pikiran ini, yang oleh William Ickes—profesor psikologi di University of Texas, disebut sebagai emphatic accuracy.

Darimana asalnya?

Kemampuan (terbatas) kita untuk membaca pikiran menurut Ross Buck–profesor Communication Sciences di University of Connecticut, memiliki sejarah yang amat panjang. Dikatakannya bahwa, melalui jutaan tahun evolusi, sistem komunikasi manusia berkembang menjadi lebih rumit saat kehidupan juga menjadi lebih kompleks. Membaca pikiran lantas menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial; seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan pasangan atau melerai perselisihan dengan tetangga.

Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan. Bayi yang baru lahir lebih menyukai wajah seseorang dibandingkan stimulus lainnya, dan bayi berusia beberapa minggu sudah mampu menirukan ekspresi wajah. Dalam 2 bulan, bayi sudah dapat memahami dan berespon terhadap keadaan emosional dari pengasuhnya. Nancy Eisenberg, profesor psikologi di Arizona State University dan ahli dalam perkembangan emosional, menuturkan bahwa bayi berusia 1 tahun mampu mengamati ekspresi orang dewasa dan menggunakannya untuk menentukan tingkah laku berikutnya. Lanjutnya, bayi usia 2 tahun mampu menyimpulkan keinginan orang lain dari tatapan matanya, dan di usia 3 tahun, bayi dapat mengenali ekspresi wajah gembira, sedih atau marah. Saat menginjak usia 5 tahun, bayi sudah memiliki kemampuan dasar untuk membaca pikiran orang lain; mereka telah memiliki “teori pikiran.” Bayi tersebut mampu memahami bahwa orang lain memiliki pemikiran, perasaan dan kepercayaan yang berbeda dengan yang mereka miliki.

Anak-anak tadi mengembangkan kemampuan membaca pikiran dengan mengamati pembicaraan orang dewasa, dimana mereka membedakan kompleksitas aturan dan interaksi sosial. Selain itu, kegiatan bermain dengan teman sebaya juga dapat melatih anak untuk membaca pikiran anak lainnya. Namun, tak semua anak bisa mengembangkan kemampuan ini. Anak-anak yang mengalami penelantaran dan kekerasan cenderung mengalami hambatan dalam mengembangkan kemampuan membaca pikiran ini. Sebagai contoh, anak yang dibesarkan dalam keluarga yang penuh dengan kekerasan, mungkin akan jauh lebih peka terhadap ekspresi marah, walaupun sesungguhnya emosi marah tidak muncul.

Lanjut lagi, kemampuan membaca pikiran yang lebih maju biasa muncul pada masa remaja akhir. Hal ini terjadi karena kemampuan untuk menyimpan perspektif dari beberapa orang di saat yang sama—dan lalu mengintegrasikannya dengan pengetahuan kita dan orang yang bersangkutan itu—seringkali membutuhkan kemampuan otak yang sudah jauh berkembang.

Bagaimana Membaca Pikiran? Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Lewat bahasa tubuh, kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang. Peneliti menemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut dll, bahkan ketika pengamatan hanya dilakukan dengan pencahayaan yang minim.

Ekspresi wajah juga merupakan penanda bagi kita untuk dapat mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Namun sayangnya, banyak dari kita yang tidak mampu untuk mendeteksi ekpresi ini. Salah satu sumber yang kaya akan penanda ini adalah mata seseorang; otot-otot di sekitar mata. Mata seseorang adalah sumber penanda yang paling kaya jika dibandingkan bagian lain yang ada di wajah. Contohnya: mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takut, terlihat tidak fokus kala sedang berkhayal, menatap tajam penuh kecemburuan, atau menatap sekitarnya ketika tidak sabar.

Kita dapat semakin tahu pikiran orang lain dari komponen-komponen dalam percakapan—kata-kata, gerak tubuh, dan nada suara. Namun diantara ketiganya, Ickes menemukan bahwa isi pembicaraan menjadi komponen terpenting dalam membaca pikiran dengan baik.

Menjadi Pembaca Pikiran Ulung Lalu, bagaimana kita bisa menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik? Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita membaca pikiran.

Kenalilah orang lain. “Kemampuan membaca pikiran akan meningkat, semakin kita mengenal lawan bicara kita,” kata William Ickes. Jika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang ia pikirkan dan rasakan. Hal tersebut dapat terjadi karena: kita mampu mengartikan kata-kata dan tidakan orang lain dengan lebih tepat, setelah mengamatinya dalam berbagai situasi; kedua, kita mengetahui apa yang terjadi dalam hidup mereka, dan mampu menggunakan pengetahuan itu untuk memahami mereka dalam konteks yang lebih luas.

Minta umpan balik. Penelitian menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kemampuan membaca dengan cara menanyakan kebenaran dari tebakan kita. Misalnya, “Saya mendengar, sepertinya Engkau sedang marah. Benar tidak?”

Perhatikan bagian atas dari wajah. Emosi yang palsu, biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang. Sedangkan, menurut Calin Prodan—profesor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ke atas wajah, biasanya di sekitar mata.

Lebih ekspresif. Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. Ross Buck, “semakin kita ekspresif, semakin banyak pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita.”

Santai. Menurut Lavinia Plonka, pengarang Walking Your Talk, seseorang cenderung “menyamakan diri” dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Jika anda merasa tegang, teman bicara anda bisa saja, secara tak sadar, menjadi tegang pula lalu terhambat, dan akhirnya menjadi sulit untuk dibaca. Ambillah napas panjang, senyumlah, dan coba untuk menampilkan keterbukaan dan penerimaan kepada siapapun yang bersama anda.

Tinjauan Kritis. Perlu kita ingat, bahwa ekspresi emosi bisa berbeda di berbagai budaya. Ekspresi sedih di satu budaya, bisa jadi diinterpretasikan sebagai emosi lain di budaya lain. Jadi jika ingin membaca seseorang, kita perlu memperhatikan pula unsur budaya yang berlaku di tempat tinggal orang itu, jangan sampai salah menebak, atau bahkan memicu terjadinya kesalahpahaman.

 Cara Membaca Pikiran Lain Lewat Mata

1. Kedipan Mata
Normalnya, manusia akan berkedip 8 – 15 kali per menit. Apabila frekewensi berkedip menjadi terlampau sering maka bisa dipastikan bahwa orang tersebut sedang dalam keadaan tertekan atau minimal gelisah. Orang yang sedang mengedipkan mata sebenarnya sedang berusaha untuk menjelaskan sesuatu, merasa malu terhadap sesuatu, atau sebagai respon akan suatu hal yang mereka dengar tetapi tidak mereka sukai. Artinya, jika Anda menemui lawan bicara seperti itu maka segeralah ganti topik pembicaraan atau buat lawan bicara Anda menjadi tertarik kembali. Orang yang sedang berbohong biasanya juga memperlihatkan pola kedipan mata yang lebih cepat. Bagaimana dengan orang yang jarang berkedip ? Konon orang yang jarang berkedip biasanya merasa kedudukannya lebih tinggi daripada lawan bicaranya.Tetapi ada juga yang mengatakan orang yang jarang berkedip menunjukkan dia sedang berkonsentrasi terhadap sesuatu. Atau bahkan malah sedang tertarik dengan lawan bicaranya. Tentu saja dia sedang tertarik jika diikuti raut wajah yang ramah atau tersenyum pada Anda.

2. Mata Melihat Kekiri Atas Jika Anda sedang bertanya pada seseorang lalu terlihat matanya bergerak ke atas lalu melirik ke sebelah kiri, maka hal itu tanda dia sedang mengingat-ingat pengetahuan, pengalaman yang terkait dengan pertanyaan Anda. Arah pandangan ke kiri atas lebih terkait dengan penggunaan memori dalam otak, alias seseorang yang sedang mengingat  atau menyatakan fakta.

3. Mata Melihat Ke Kanan Atas Jika Anda bertanya dan mata orang itu terlihat mengarah pada sisi kanan atas maka hal itu menandakan dia tidak siap dengan jawabannya. Atau sedang mencari-cari jawaban alias ngarang…!! Isyarat gerakan mata ke kanan atas ini dapat bermakna lamunan, pemalsuan atau berbohong. Walaupun demikian, bagian kanan atas sangat terkait dengan fungsi otak kanan, alias bagian otak kreatif dan imajinatif. Jadi tinggal tergantung pertanyaannya. Jika pertanyaan menyangkut sesuatu yang bersifat memecahkan persolan atau menggambarkan sesuatu maka mata kanan atas berarti dia sedang berproses kreatif. Tapi jika pertanyaannya terkait suatu kesaksian, maka dia sedang berbohong jika matanya mengarah ke bagian kanan atas

4. Melihat Kekiri Bawah Isyarat gerakan mata ini dapat berarti dia sedang mengenang, mengingat atau mengambil fakta dari memori otaknya. Orang yang sedang melirik ke bawah lalu ke kiri menunjukkan adanya percakapan batin, artinya dia sedang berusaha mengambil sebuah keputusan penting. Hingga dia akan mencoba mengingat-ingat dari memorinya manfaat dan resiko jika dia mengambil keputusan itu.

5. Melihat Ke Kanan Bawah Gerakan ini merupakan isyarat kreatif namun bukanlah suatu rekayasa. Artinya, mata ke kanan bawah sangat terhubung dengan perasaan seseorang. Sebagai misal cobalah bertanya pada seseorang “Apa yang sedang Anda rasakan saat Anda jatuh cinta…?” Coba perhatikan matanya yang pelan-pelam akan bergerak ke bawah lalu ke kanan untuk mengingat-ingat perasaannya saat itu terjadi.

Kita juga tak bisa mengesampingkan fenomena membaca pikiran ini sebagai sebuah fenomena yang biasa diasosisasikan dengan kemampuan supranatural, sebab percaya tidak percaya, memang ada orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membaca pikiran yang sulit dijelaskan ilmu pengetahuan. Setidaknya penulis telah menemukan beberapa orang dengan kemampuan membaca pikiran, yang bahkan mampu melihat masa depan dan berbagai macam hal yang sulit diterima nalar.

Daerah Sampit, Kotawaringin Timur

Assalamualaikum wr.wb. temen-temen kali ini saya akan menceritakan gimana sih tempat tinggal saya. ada yang tau dimana? kalau kalian bac...